Sunday, April 12, 2009

Peluang & Potensi Bisnis Perdagangan Internasional

DON'T PUT ALL YOUR EGGS IN ONE BASKET

Kemajuan teknologi informasi telah mengubah pandangan orang terhadap dunia investasi. Investasi tidak hanya dianggap sebagai salah satu komponen penunjang kegiatan bisnis, tetapi telah menjadi komoditi bisnis itu sendiri. Inovasi dan diversifikasi bidang-bidang investasi, telah mampu membuka kesempatan seluas-luasnya bagi setiap orang untuk berinvestasi, tidak terbatas pada pihak-pihak yang memiliki kapital yang besar saja.

Investasi di pasar modal dan keuangan merupakan salah satu alternatif. Saham merupakan salah satu instrumen keuangan yang dapat menghasilkan keuntungan. Setiap hari saham-saham tersebut mengalami perubahan harga yang berdampak pada fluktuasi harga saham gabungan atau nilai Stock Index-nya. Fluktuasi harga Stock Index ini membuka peluang bisnis investasi lainnya, yakni investasi Stock Index Future. Dengan menerapkan transaksi ini semakin membuka peluan bagi setiap orang untuk berinvestasi.

Stock Index Future adalah indikator pasar modal yang menunjukkan tingkat harga saham biasa yang diperdagangkan di bursa saham, yang tidak harus mencakup semua saham yang tercatat di bursa tersebut, melainkan saham-saham utama atau unggulan, contoh LQ45 terdiri dari 45 saham ungguolan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Mekanisme Transaksi

Perdagangan ini dilakukan dengan sistem margin, dimana untuk setiap kontrak, investor tidak harus menyediakan dana senilai dengan besarnya kontrak yang diperdagangkan tersebut. Sistem ini tentunya memungkinkan para investor melakukan transaksi dalam jumlah besar tetapi dengan dana yang relatif kecil.

Dengan sistem margin ini, investor juga mendapatkan keuntungan lain, yaitu sistem transaksi yang dapat dilakukan secara dua arah :

$> Transaksi Beli - Jual (Open Buy - Close Sell)
Dilakukan pembelian terlebih dahulu pada harga yang rendah, kemudian dijual kembali
pada harga yang tinggi

$> Transaksi Jual - Beli (Open Sell - Close Buy)
Dilakukan penjualan pada harga yang tinggi tanpa harus membeli lebih dahulu, kemudian
dibeli kembali pada harga yang rendah

Dengan mekanisme ini investor dapat melakukan atau memiliki posisi yang menguntungkan tergantung dari pergerakan harga.

Potensi Pendapatan per transaksi :

Contoh Pasar Kospi (saham gabungan di Korea Selatan):
Sell di posisi harga 254,50 pada tanggal 25 April 2009
Likuidasi di harga 230,50 pada tanggal 14 Mei 2009

Profit / Loss ??
Diketahui : Nilai Kontrak Kospi = Rp. 35.000
Jml. Lot = 1
(( H. Jual - H. Beli ) x Nilai Kontrak x jml. Lot
= (( 254,50 - 230,50 x 100 ) x Rp. 35.000 )
= 2400 x Rp 35.000
Profit = Rp. 84.000.000

Dapat kita lihat bahwa bertransaksi di bursa berjangka dapat menghasilkan keuntungan yang cukup besar dalam jangka waktu yang cukup pendek.

Anda Berminat ???

1 comment: